we met, we love, you died, i'll keep loving you.
sounds so silly right? but that's what keep running in my mind. do i have to forget him when i can be happy by remembering him? do i have to move on while by staying in our memories i can be more than happy? do i have to?
Bagiku, kamu adalah dunia kecilku. Tempat pertama dimana aku bisa menjadi seutuhnya aku. Kamu adalah orang tuaku, keluargaku, temanku, sahabatku, musuhku, teman diskusiku, sainganku, suporterku, kekasihku. Kamu paket lengkap yang beruntung bisa aku dapatkan. Meskipun banyak yang menjelekkan aku karena hubungan kita, tapi aku bertahan dan tetap bahagia karena dukungan darimu. Karena kasih sayangmu. Dan masa depan yang berusaha keras kita rangkai berdua. Aku adalah perempuan paling bahagia di dunia. Karena memilikimu. Tapi aku juga perempuan paling tragis di dunia. Karena kehilanganmu. Selamanya.
Seandainya kamu hanya direbut orang lain, aku bisa melakukan apa saja, apapun, untuk membuat kamu jatuh cinta lagi kepadaku. Tetapi bahkan aku tidak mungkin berusaha. Karena kamu pergi dan tetap membawa hatiku. Belum sempat mengembalikan, eh? Aku kehilangan tanpa kemungkinan bertemu kembali. Setidaknya di dunia ini.
Oh Tuhan, aku begitu menyedihkan ya?
Tapi aku tidak merasa sedih. Aku hanya rindu. Teramat sangat rindu. Perasaan yang begitu meluap-luap sampai membuat dadamu terasa nyeri dan berdebar kencang ketika dia datang. Aku merindukanmu. Suara tawamu. Aroma sehabis mandimu. Bahkan bau keringatmu.
Oh kenapa kamu membuatku begini jatuh cinta kalau toh akhirnya kamu juga pergi?
sounds so silly right? but that's what keep running in my mind. do i have to forget him when i can be happy by remembering him? do i have to move on while by staying in our memories i can be more than happy? do i have to?
Bagiku, kamu adalah dunia kecilku. Tempat pertama dimana aku bisa menjadi seutuhnya aku. Kamu adalah orang tuaku, keluargaku, temanku, sahabatku, musuhku, teman diskusiku, sainganku, suporterku, kekasihku. Kamu paket lengkap yang beruntung bisa aku dapatkan. Meskipun banyak yang menjelekkan aku karena hubungan kita, tapi aku bertahan dan tetap bahagia karena dukungan darimu. Karena kasih sayangmu. Dan masa depan yang berusaha keras kita rangkai berdua. Aku adalah perempuan paling bahagia di dunia. Karena memilikimu. Tapi aku juga perempuan paling tragis di dunia. Karena kehilanganmu. Selamanya.
Seandainya kamu hanya direbut orang lain, aku bisa melakukan apa saja, apapun, untuk membuat kamu jatuh cinta lagi kepadaku. Tetapi bahkan aku tidak mungkin berusaha. Karena kamu pergi dan tetap membawa hatiku. Belum sempat mengembalikan, eh? Aku kehilangan tanpa kemungkinan bertemu kembali. Setidaknya di dunia ini.
Oh Tuhan, aku begitu menyedihkan ya?
Tapi aku tidak merasa sedih. Aku hanya rindu. Teramat sangat rindu. Perasaan yang begitu meluap-luap sampai membuat dadamu terasa nyeri dan berdebar kencang ketika dia datang. Aku merindukanmu. Suara tawamu. Aroma sehabis mandimu. Bahkan bau keringatmu.
Oh kenapa kamu membuatku begini jatuh cinta kalau toh akhirnya kamu juga pergi?
Komentar
Posting Komentar