Langsung ke konten utama

Aning

Nama : 
Karismaning Kemala
Nama Panggilan : 
Aning mostly. Beberapa tetangga ada yang manggil Maning. Keluarga manggil "Nong" dari Cunong atau Jenong because of my football fields forehead. -_-
Tempat Tanggal Lahir :
Magelang, 8 September 1992
Riwayat Sekolah :
TK Pertiwi Sriwedari
SD Negeri 2 Sriwedari
SMP Negeri 1 Salaman
SMA Negeri 1 Purworejo
Universitas Sebelas Maret
Prestasi :
Juara menggambar sekecamatan pas TK. Pas SD, wah enggak keitung deh. Pernah juara macapat (nyanyi lagu jawa), geguritan (puisi jawa), siswa teladan sekecamatan plus juara harapan 1 di kabupaten (dan nangis karena nggak menang). Waktu SMP sih mostly pidato dan kebahasaan gitu deh. Tapi banyakan nggak menangnya. HAHAHA. Kemudian pas SMA malah blas sama sekali -____- kebanyakan main.
Keluarga :
Punya orang tua yang keduanya adalah guru. Bapak adalah sosok yang sangat bijaksana dan lucu dalam satu paket. Sangat dekat sekali sama beliau. I am daddy's little girl all my life! Beliaupun sangat sayang sekali sama akyu. Ibu adalah guru killer yang ditakuti di sekolahnya dan aku mewarisi 50 % kegalakan itu -___- tapi inside she's so warm :) Punya dua orang kakak. Laki-laki dan perempuan dengan karakter yang bagaikan langit dan bumi, but i love them both. Sangat beruntung punya kakak ipar (cewek) yang sangat klik dengan keluarga. Dan saya adalah tante dari dua ponakan! Keluargaku sangat kaya dan cerewet, bawel serta hobi diskusi. Pokoknya kalau udah ngumpul semua obrolan mesti jadi bahan diskusi. Apalagi semenjak mbak dan mas udah punya rumah masing-masing jadi makin precious waktu diskusi bersama yang amat terbatas ini.
About Aning :
Kesan pertama yang biasa orang lihat pada Aning adalah kalem -___- yes, tampang bisa menipu. Tapi sebenernya saya enggak kalem sama sekali kok. Tenang, iya. Karena pas panik lebih memilih diam kecuali di sekitar situ ada bff baru bisa keluar aslinya. Kesan kedua mungkin unreachable? Tipe muka yang nggak bisa nerima semua orang jadi temen. Actually I am. Bukannya mau pemilih tapi kesan pertama sangat berpengaruh bagi saya. Bukan berarti enggak mau temenan sih kalau udah ilfil. Selama orangnya masih berusaha bersikap baik, me will do 10 times better. Insya Allah.
Di dalamnya, saya orang yang perfeksionis, mendetail, dan penuh pertimbangan. So saya sering khawatir, at almost all things. Nggak semua orang betah temenan sama saya akibat kedetailan dan keperfeksionisan saya. Tapi mereka yang bertahan, I will treasure them really well.
Just in case ada yang mau ngado pas saya ulang tahun, kado saya sepatu! Ukuran sepatu 37/38 (24.5 cm) Thankyou! :p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Kehilangan

Ternyata nggak semudah teori yang aku pelajari dan aku baca selama ini. Iya, berusaha berdamai dengan kehilangan itu tidak semudah yang aku sugestikan pada diriku sendiri. Bagaimana untuk terbiasa tidak ada dia. Bagaimana untuk terbiasa tidak mengobrol padahal biasanya cuma dia teman ngobrol. Bagaimana rasa sepi yang tiba-tiba menyerang saat menyadari bahwa ketika semester baru dimulai, tidak akan sama lagi karena dia tidak lagi ada. Oh men, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan galau seperti ini. Melewati setiap malam sambil menangis sampai tidur. Ngomong nyerocos sama diri sendiri, dan berharap dia mendengar. Marah-marah karena minta waktu lebih tapi tak mungkin. It's so hard . Mungkin bukan sekedar sesimple move on. Tetapi membiasakan diri atas ketidakberadaan seseorang lah yang sebenarnya jauh lebih berat. Setidaknya buatku. Setelah tiga minggu kepergiannya dan aku baru merasakan kegalauan yang sangat. Bagaimana aku mesti ingat dia dan tidak menghubungkan itu semua dengan k...

Berdamai Dengan Kehilangan (2)

Beberapa hari terakhir, frekuensi menangisku semakin menurun. Berusaha untuk mengalihkannya pada memori-memori lucu kami berdua kemudian bersyukur telah melaluinya. Setidaknya kenangan yang kami berdua saling tinggalkan adalah sesuatu yang menyenangkan yang tidak semua hubungan memilikinya. Meskipun masih selalu teringat, tetapi aku bersyukur masih bisa mengingat dia dalam kebahagiaan... dan kerinduan, sebenarnya. 26 hari semenjak kepergianmu. Dan aku masih selalu ingin memakai foto kita berdua sebagai wallpaper, avatar, atau apapun itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat orang lain merasakan kesedihanku. Bukannya tidak ingin berbagi, tetapi i have to deal it with myself.  Aku harus menyelesaikannya dengan diriku sendiri dulu. Mungkin kadang aku butuh bercerita, butuh menulis, tetapi sebenarnya hal terbesar yang terjadi adalah antara aku dan keputusanNya. Dan aku tidak ingin ada orang lain di tengah-tengahnya. Hari ini aku berusaha sebaik mungkin untuk memunguti kenangan-kenanga...

Berdamai Dengan Kehilangan (3)

Sering aku berpikir, kapan aku harus move on ? Kapan aku harus berhenti mengatakan kalau aku merindukan dia? Kapan aku mesti berhenti dan membiarkan diriku sendiri melupakan, setidaknya berdeterminasi ke depan (lagi)? Kadang aku takut. Takut dianggap annoying  ketika aku sering mengungkapkan kegalaukanku di media sosial. Tapi di sisi lain kadang juga logikaku sering mengajakku untuk memikirkan asumsi publik. Ketika aku terlihat bahagia dan baik-baik saja, apakah orang-orang akan berpikir bahwa aku jahat? Bahwa aku tidak setia karena menjalani hidupku dengan baik-baik saja? Di malam yang sepi ketika aku akan berangkat tidur, aku sering bercakap-cakap dengan dia. Bercakap dalam kediamanku dengannya. Membicarakan tentang kami, tentang hidupku selanjutnya. Bagaimana aku memposisikan diriku di kehidupan kami yang sudah telanjur seolah-olah menjadi satu. Aku adalah dia. Dan dia adalah aku. Maka ketika aku melakukan sesuatu, aku selalu berusaha mempertimbangkan dia, dan begitu juga dia....