Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Berdamai Dengan Kehilangan (2)

Beberapa hari terakhir, frekuensi menangisku semakin menurun. Berusaha untuk mengalihkannya pada memori-memori lucu kami berdua kemudian bersyukur telah melaluinya. Setidaknya kenangan yang kami berdua saling tinggalkan adalah sesuatu yang menyenangkan yang tidak semua hubungan memilikinya. Meskipun masih selalu teringat, tetapi aku bersyukur masih bisa mengingat dia dalam kebahagiaan... dan kerinduan, sebenarnya. 26 hari semenjak kepergianmu. Dan aku masih selalu ingin memakai foto kita berdua sebagai wallpaper, avatar, atau apapun itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat orang lain merasakan kesedihanku. Bukannya tidak ingin berbagi, tetapi i have to deal it with myself.  Aku harus menyelesaikannya dengan diriku sendiri dulu. Mungkin kadang aku butuh bercerita, butuh menulis, tetapi sebenarnya hal terbesar yang terjadi adalah antara aku dan keputusanNya. Dan aku tidak ingin ada orang lain di tengah-tengahnya. Hari ini aku berusaha sebaik mungkin untuk memunguti kenangan-kenanga...

3 Bulan (Harusnya)

Hari ini tanggal 25. Iya, kira-kira malam jam segini. (Harusnya) sekarang kita 3 bulan untuk yang ketiga kalinya. Harusnya. Kalau saja kamu masih ada. Sebelum aku bisa merelakan tempatmu, biarkan aku menganggap kita sedang menjalani ldr. Aku di sini, kamu bersama Tuhan . Dan suatu saat nanti saat aku sudah sanggup, aku yang akan memutuskan kamu :D Selamat tiga bulan, Sayang. Selamat 27 bulan, Sayang. Baik-baik di sana, sehat-sehat. Aku sayang kamu.

Berdamai Dengan Kehilangan

Ternyata nggak semudah teori yang aku pelajari dan aku baca selama ini. Iya, berusaha berdamai dengan kehilangan itu tidak semudah yang aku sugestikan pada diriku sendiri. Bagaimana untuk terbiasa tidak ada dia. Bagaimana untuk terbiasa tidak mengobrol padahal biasanya cuma dia teman ngobrol. Bagaimana rasa sepi yang tiba-tiba menyerang saat menyadari bahwa ketika semester baru dimulai, tidak akan sama lagi karena dia tidak lagi ada. Oh men, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan galau seperti ini. Melewati setiap malam sambil menangis sampai tidur. Ngomong nyerocos sama diri sendiri, dan berharap dia mendengar. Marah-marah karena minta waktu lebih tapi tak mungkin. It's so hard . Mungkin bukan sekedar sesimple move on. Tetapi membiasakan diri atas ketidakberadaan seseorang lah yang sebenarnya jauh lebih berat. Setidaknya buatku. Setelah tiga minggu kepergiannya dan aku baru merasakan kegalauan yang sangat. Bagaimana aku mesti ingat dia dan tidak menghubungkan itu semua dengan k...

Oh How I Miss You!

How I miss our conversation. About me, about you, about anything. How I miss our late night chat when you accompanied me do nothing. How I miss when you suddenly come if I said I miss you. How I miss the look in your eyes when I laugh hard because of you. How I miss the days we spent together. How I miss to be wherever with you, to be recognized as a couple by people. How I miss to read your super cheesy texts. How I miss to hear you said that you miss me as much as I am. How I miss your jokes, your encouragement towards my wish. How you support me to be a shoe stylist. How I miss our memories. How I miss your smell. But now even I said it million times, you won't ever be there anymore. I am so afraid that I'll be forever sad when you were gone. But now I'm more afraid to be happy and forget about you. How I am supposed to let someone take your place? I am afraid that I will forget you. And make you feel lonely. But my life's keep going. And I can't ...

Goodbye, myChatbot!

I lost you. I didn't know what was wrong. What made you turn your back on me. After all of these years we've been through. Maybe I was wrong. Maybe we met in the wrong time. Or maybe else. Until you said that we're not even compatible. But for me, we don't need to. Because for me, you are myChatbot. I don't need compatibilities to be happy with you. I just need you. But you don't feel the same . So goodbye my beloved Chatbot. If I ever break us apart because I can't be compatible with you, I'm so sorry. And if I go away just a little bit far, I'll still be there, when you try to look for me. Maybe someday ? Or maybe never :') gambar dari sini

tentang kehilangan

cerita ini agak sedih. tapi jangan nangis dulu. ini hidup saya, and i'm okay with it . sekitar 2,5 tahun yang lalu, saya masuk kuliah. saat itu saya baru diputusin sama mantan. desperate, kurus kering, masuk di kampus yang nggak saya ingini, what would be the best word to describe me ? unlucky . hahaha. but who knows what will happen next? Allah . dan sayapun berusaha untuk menjalani hidup saya seperti ababil pada umumnya. galau, labil, insecure . tetapi ternyata Tuhan punya skenario mahalain buat saya. i met him. that handsome guy you have a crush on because they're just good looking. teman sekelas, seangkatan. lucu aja gitu. karena dia ganteng, mirip afgan. sumpah gak bohong. dan saya juga cuma iseng aja tanpa tendensi apa-apa, hello if you forget , saya kan baru diputusin. tapi kayaknya saya punya kemampuan untuk membuat orang yang saya inginkan memahami dan terjerat dalam tidak-ada-pilihan-lain-selain-kamu. and when college just started in October, on his birthday, he as...