Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Kehilangan (2)

Beberapa hari terakhir, frekuensi menangisku semakin menurun. Berusaha untuk mengalihkannya pada memori-memori lucu kami berdua kemudian bersyukur telah melaluinya. Setidaknya kenangan yang kami berdua saling tinggalkan adalah sesuatu yang menyenangkan yang tidak semua hubungan memilikinya. Meskipun masih selalu teringat, tetapi aku bersyukur masih bisa mengingat dia dalam kebahagiaan... dan kerinduan, sebenarnya.
26 hari semenjak kepergianmu.
Dan aku masih selalu ingin memakai foto kita berdua sebagai wallpaper, avatar, atau apapun itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat orang lain merasakan kesedihanku. Bukannya tidak ingin berbagi, tetapi i have to deal it with myself. Aku harus menyelesaikannya dengan diriku sendiri dulu. Mungkin kadang aku butuh bercerita, butuh menulis, tetapi sebenarnya hal terbesar yang terjadi adalah antara aku dan keputusanNya. Dan aku tidak ingin ada orang lain di tengah-tengahnya.
Hari ini aku berusaha sebaik mungkin untuk memunguti kenangan-kenangan antara aku dan dia. Meletakkannya dalam kotak besar cantik, yang suatu saat nanti, aku ingin melihatnya sebagai suatu dari masa lalu dalam bungkusan yang indah. Tanpa perlu aku terlarut dan menjadi-jadi karenanya.
Iya, suatu saat nanti. Pasti. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Kehilangan (6)

we met, we love, you died, i'll keep loving you . sounds so silly right ? but that's what keep running in my mind. do i have to forget him when i can be happy by remembering him? do i have to move on while by staying in our memories i can be more than happy? do i have to? Bagiku, kamu adalah dunia kecilku. Tempat pertama dimana aku bisa menjadi seutuhnya aku. Kamu adalah orang tuaku, keluargaku, temanku, sahabatku, musuhku, teman diskusiku, sainganku, suporterku, kekasihku . Kamu paket lengkap yang beruntung bisa aku dapatkan. Meskipun banyak yang menjelekkan aku karena hubungan kita, tapi aku bertahan dan tetap bahagia karena dukungan darimu. Karena kasih sayangmu. Dan masa depan yang berusaha keras kita rangkai berdua. Aku adalah perempuan paling bahagia di dunia. Karena memilikimu. Tapi aku juga perempuan paling tragis di dunia. Karena kehilanganmu. Selamanya. Seandainya kamu hanya direbut orang lain, aku bisa melakukan apa saja, apapun, untuk membuat kamu jatuh cinta la...

Oh How I Miss You!

How I miss our conversation. About me, about you, about anything. How I miss our late night chat when you accompanied me do nothing. How I miss when you suddenly come if I said I miss you. How I miss the look in your eyes when I laugh hard because of you. How I miss the days we spent together. How I miss to be wherever with you, to be recognized as a couple by people. How I miss to read your super cheesy texts. How I miss to hear you said that you miss me as much as I am. How I miss your jokes, your encouragement towards my wish. How you support me to be a shoe stylist. How I miss our memories. How I miss your smell. But now even I said it million times, you won't ever be there anymore. I am so afraid that I'll be forever sad when you were gone. But now I'm more afraid to be happy and forget about you. How I am supposed to let someone take your place? I am afraid that I will forget you. And make you feel lonely. But my life's keep going. And I can't ...

Berdamai Dengan Kehilangan (5)

Mungkin besok aku akan terlalu lelah menangis sehingga tidak akan sempat menulis. Mungkin juga kebalikannya. Aku terlalu lega sampai tidak kuasa bercerita. Tetapi malam ini aku hanya ingin menjadikannya sebagai pengenanganku atas kamu. Entah berapa alasan yang membuatku seharusnya berhenti mengenang, tetapi kali ini aku mesti. Dan tidak pernah aku rasakan waktu berlalu begini cepat. Bahwa kepergianmu sudah lewat hampir 40 hari. Dan aku masih mengingat kamu di dalam setiap hariku. Meskipun mungkin tidak semua orang melihatnya, tidak semua orang mengetahuinya. Aku selalu ingin beranjak. Tapi aku tidak punya alasan untuk beranjak. Aku masih tetap merasa bahagia meski cuma mengenangmu. Aku masih bisa tertawa lepas dan tersenyum selebar-lebarnya mesk setiap hari aku berkhayal tentang kita. Aku masih menjalani hidupku dengan seharusnya. Tetapi aku tahu sebenarnya aku tidak boleh. Seharusnya aku mesti melupakan masa depan kita. Seharusnya aku memandang masa depanku yang baru, yang tid...